Selamat datang railfans!
Penelusuran Jalur Kereta Api
Serajoedal Stoomtram Maatschappij
Episode 2: Stasiun Purwokerto Timur –
Stasiun Purwareja Klampok
Jalur yang kali ini kami telusuri adalah jalur SDS dari
Stasiun Purwokerto Timur hingga Stasiun Klampok. Jalur ini melewati kota
Purwokerto, kecamatan Sokaraja, kecamatan Kemangkon, dan kecamatan Klampok.
Panjang jalur ini kurang lebih 25,4 km. Dalam masa pembangunannya, jalur ini
dibangun pada tahap pertama. Kondisi komponen-komponen perkeretaapian di jalur
ini sebagian masih baik, karena masih terdapat peninggalan batangan-batangan
rel, jembatan, dan bangunan stasiun di beberapa lokasi yang kami lewati selama
penelusuran. Dan jalur SDS ini kami telusuri pada tanggal 11 Juli 2017
(Selasa).
Gambar
1. Ilustrasi jalur SDS yang ditelusuri (Stasiun Purwokerto Timur – Stasiun Klampok)
dilihat dari Google Earth.
Pada gambar 1 terlihat bahwa
jalur ini memiliki percabangan ke arah pabrik gula Kalibagor dan percabangan ke
kota Purbalingga. Percabangan ke arah PG Kalibagor terdapat di dekat Stasiun
Sokaraja. Dan percabangan ke arah kota Purbalingga terdapat di dekat
Stasiun/Halte Banjarsari.
Gambar 2.
Pertigaan jalan Jenderal Sudirman (Pos Polantas Posis) yang difoto dari arah
barat.
Gambar 3.
Jalur SDS yang berada di pinggir dan memotong jalan Jenderal Sudirman.
Kami memulai penelusuran
dari jalan Jenderal Sudirman sampai ke bunderan Berkoh. Menurut informasi yang
kami dapatkan, rel-rel dari jalur SDS yang berada di sepanjang jalan ini masih
berada di dalam aspal jalan. Jalur SDS di jalan ini terlihat membelok ke
selatan (ke arah bunderan Berkoh) di dekat persimpangan jalan Jenderal Sudirman
(Pos Polantas Posis). Masih terlihat rel-rel yang membentang di pinggir jalan
Jenderal Sudirman. Di bunderan Berkoh, jalur SDS memotong pinggiran bunderan
dan telihat melewati jalan kecil yang berada di dekat bunderan Berkoh.
Selanjutnya kami tidak menelusuri jalur ini di sekitar Purwokerto Selatan namun
langsung menuju ke Sokaraja.
Gambar 4.
Rel (SDS atau mungkin lori) yang terlihat di pinggir jalan Suparjo Rustam
sebelum mencapai pertempatan Sangkalputung (dapat dilihat di sisi kiri jalan
dari arah tenggara).
Gambar 5.
Salah satu bagian SD Negeri 3 Sokaraja yang diduga merupakan halte SDS.
Gambar 6.
Bekas jalur SDS yang melewati tanjakan di sebelah barat pasar Sokaraja.
Gambar 7.
Foto stasiun Sokaraja jika dilihat dari arah barat laut.
Gambar 8.
Foto stasiun Sokaraja jika dilihat dari arah timur laut.
Gambar 9.
Bekas emplasemen stasiun Sokaraja jika dilihat dari arah selatan.
Gambar
10. Jalur SDS yang berada di sekitar perumahan/desa sebelum melewati jembatan
SDS di atas kali Pelus.
Gambar 11.
Jalur SDS yang berada di sebelah jalan Letjend Suprapto jika dilihat dari arah
timur laut atau sebelah kiri jalan dari arah Purbalingga.
Sampai di Sokaraja, kami
melanjutkan penelusuran dari utara perempatan Sangkalputung sampai dengan
Sokaraja Wetan. Dari arah Purwokerto ke perempatan Sangkalputung, kami melihat
rel yang sedikit membelok ke selatan dari arah barat laut (pada gambar 4),
namun kami belum bisa memastikan apakah rel tersebut adalah rel KA atau rel
lori. Selanjutnya kami mendokumentasikan beberapa peninggalan komponen di
sekitar Sokaraja Tengah (Stasiun pada gambar 5, 7, 8, dan 9). Lalu selanjutnya
kami menelusuri jalur sampai ke Stasiun Sokaraja dan mendokumentasikan Stasiun
tersebut. Setelah dari Stasiun Sokaraja, kami melanjutkan penelusuran ke arah
Banjarsari yang melewati Sokaraja Wetan. Di sepanjang perjalanan, kami juga melihat
beberapa peninggalan berupa rel dan jembatan KA.
Gambar
12. Foto stasiun Banjarsari jika dilihat dari arah barat daya atau pinggir
jalan Letjend Suprapto.
Gambar
13. Bekas emplasemen posisi rel-rel di sekitar stasiun Banjarsari yang sekarang
telah menjadi kebun.
Gambar
14. Bekas bangunan yang dikatakan seseorang warga sekitar sebagai salah satu
bagian dari stasiun Banjarsari, bekas bangunan ini berada di dekat rumah-rumah
staf stasiun Banjarsari.
Gambar 15.
Bekas posisi jalur SDS yang mengarah ke Purbalinnga dan Wonosobo dari stasiun Banjarsari.
Setelah kami sampai di
Stasiun/Halte Banjarsari, kami mendokumentasikan peninggalan-peninggalan yang
masih tersisa di sekitar Stasiun tersebut. Peninggalan yang masih terlihat
yaitu bangunan Stasiun Banjarsari (gambar 12). Peninggalan lain yaitu berupa
bekas bangunan yang berada di utara Stasiun Banjarsari. Kami menduga rumah
tersebut dahulunya adalah gudang penyimpanan komponen-komponen Stasiun
Banjarsari/rumah orang Belanda. Selebihnya, kami mendokumentasikan percabangan
jalur ke arah Purbalingga dan ke arah Wonosobo dari Stasiun Banjarsari.
Peninggalan berupa rel sudah tidak terlihat. Menurut orang yang tinggal dan
sedang bekerja di dekat Stasiun Banjarsari, peninggalan rel-rel sudah diambil
oleh orang yang belum diketahui identitasnya, serta emplasemen rel-rel dan
percabangan jalur di sekitar Stasiun Banjarsari sekarang menjadi parit-parit
dan kebun milik masyarakat di sekitarnya.
Gambar
16. Bekas jalur SDS di sekitar jalan Karangtengah yang mengarah ke Wonosobo.
Gambar
17. Bangunan misterious yang diduga berada di lokasi bekas halte Muntang (1).
Gambar 19.
Jembatan SDS yang memotong kali Klawing di sebelah timur halte Mutang.
Gambar 20.
Jalur SDS di sekitar Kemangkon yang memotong jalan raya.
Gambar 21.
Jembatan SDS yang memotong kali Serayu di sebelah timur bekas bandara Wirasaba.
Kami melanjutkan penelusuran
dari Banjarsari ke Kemangkon. Dalam perjalanan kami mendokumentasikan beberapa
pola jalur SDS yang memotong maupun berada di jalan umum (gambar 16, 19, dan 20).
Di sekitar daerah Muntang kami menduga ada 2 kemungkinan lokasi Halte Muntang
yaitu 1 pada gambar 17 / 2 pada gambar 18. Di atas sungai Klawing, jembatan KA
terlihat masih berdiri kokoh karena nampaknya sering dilewati sepedamotor
setiap harinya. Di daerah Kemangkon kami memfoto beberapa plang PT KAI yang
menandakan lokasi aset PT KAI yang berada di dekatnya. Di daerah Wirasaba
(sebelah timur bandara Wirasaba) terdapat jembatan KA juga yang nampaknya
sering dilewati oleh orang-orang. Kamipun melewati jembatan tersebut dan
melanjutkan penelusuran ke destinasi terakhir pada penelusuran kali ini.
Gambar
22. Bekas tandon air yang dimiliki stasiun Purwareja Klampok.
Gambar
23. Bangunan-bangunan yang diduga merupakan stasiun Purwareja Klampok.
Kami memperkirakan stasiun
Purwareja Klampok telah menjadi bangunan tempat penjualan kerajinan keramik. Kami belum
menanyakan hal ini kepada masyarakat sekitar. Dari sisi belakang stasiun (arah
utara) terlihat jalan setapak dan rumah-rumah yang diduga merupakan rumah staf
stasiun Purwareja Klampok. Sayangnya kami lupa mendokumentasikan rumah-rumah tersebut
pada saat itu.
Gambar
24. Daerah di sebelah utara stasiun Purwareja Klampok.
Gambar 25.
Bekas pabrik gula Klampok dilihat dari pinggir jalan raya (1).
Gambar 26.
Bekas pabrik gula Klampok dilihat dari pinggir jalan raya (2) (menjadi kantor pos Klampok).
Di Klampok, kami
mendokumentasikan 2 lokasi yang kami duga adalah lokasi Stasiun Purwareja Klampok dan
pabrik gula Klampok. Kami menduga bangunan Stasiun Purwareja Klampok telah dirubah
menjadi toko kerajinan dan keramik. Kami memfoto juga sebuah tandon air yang
kemungkinan merupakan salah satu peninggalan stasiun tersebut (gambar 22).
Emplasemen rel-rel Stasiun Klampok telah menjadi rumah-rumah, lapangan kecil,
dan jalan setapak (gambar 24). Menurut sumber yang saya dapatkan dari http://www.banjoemas.com/, lokasi PG Klampok berada
di kiri jalan raya Susukan sekarang (dari arah selatan). Kami menduga
bangunan-bangunan pada foto yang kami dokumentasikan ini (gambar 25, dan 26)
adalah bagian dari PG Klampok tersebut. Kawasan PG Klampok sendiri mungkin berlokasi
di dalam area yang dibatasi oleh tembok putih di sekitar lokasi
bangunan-bangunan tadi.
Penelusuran kali ini masih
dapat digali informasinya lain kali. Penelusuran episode 2 ini cukup memuaskan.
Semoga pada penelusuran berikutnya di tempat yang sama, kami dapat menggali
lebih banyak informasi, terutama informasi yang spesifik mengenai sejarah
peninggalan-peninggalan SDS di antara Purwokerto sampai dengan Klampok. Sekian
penelusuran kali ini. Silahkan melihat postingan episode selanjutnya tentang
penelusuran jalur SDS di blog ini. Terimakasih.









































Comments
Post a Comment